Cara Kerja Jam Tangan Automatic

Ada banyak sekali jenis-jenis jam tangan di dunia ini, ada yang cara kerjanya menggunakan baterai dan juga ada yang cara kerjanya otomatis. Jam tangan mechanical atau automatic memang terlihat lebih mewah karena pembuatannya yang rumit. Namun pernahkah kalian bertanya bagaimana cara kerja jam tangan automatic? Pasti dibenak kalian pernah tersirat pertanyaan seperti itu. Jika kalian penasaran dengan hal tersebut, tak perlu khawatir karena kami akan menjelaskannya secara lengkap sekarang.

Cara Kerja Jam Tangan Automatic

1. Automatic Winding

cara kerja jam tangan automatic winding

Pertama kami akan menjelaskan mengenai cara kerja jam tangan automatic dengan jenis automatic winding. Jam tangan ini bekerja dengan mengandalkan putaran rotor yang membuat spring bar menjadi kencang dan mampu menyimpan cadangan energi. Caranya cukup simpel, kalian hanya perlu menggoyang-goyangkan jam tangan kalian agar rotornya dapat terus berputar.

Umumnya, spring bar mampu menyimpan energi paling cepat selama 30 jam dan paling lama hingga mencapai 10 hari. Energi cadangan yang disimpan tersebut istilahnya adalah power reserve. Untuk lebih lengkapnya mengenai mekanisme jam tangan automatic winding akan kami jelaskan sekarang.

Jadi, rotor yang berputar akan membuat spring bar menjadi kencang yang nantinya spring bar tersebut akan melonggar dan juga menghasilkan energi pegas. Energi pegas inilah yang membuat roda gerigi yang saling berhubungan tersebut bisa bergerak dan menggerakkan jarum jam.

Pada jam tangan automatic winding terdapat sebuah gerakan yang disebut dengan istilah pallet fork, gerakan ini bisa terjadi karena diakibatkan oleh energi pegas dari ayunan dua arah balance wheel. Gerakan ayunan ini nantinya akan membuat perputaran balance wheel menjadi patah-patah, peristiwa ini disebut dengan beat per second.

Baca: Cara Membersihkan Jam Tangan Karet

Gerakan yang dihasilkan oleh pallet fork dikontrol oleh balance spring yang dimana didalamnya terdapat jewelJewel ini merupakan jantung dari pergerakan pallet forkBeat per second pada jam tangan automatic winding ada dua jenis, yaitu low beat dan juga hi beat. Apa perbedaannya? Simak perbandingan berikut ini:

  • Low Beat: Biasanya memiliki beat per hour sebesar 18.000 hingga 21.600. Low beat pergerakan mesinnya lebih lambat, tidak seakurat hi beat namun tidak cepat aus.
  • Hi Beat: Biasanya memiliki beat per hour sebesar 28.800. Hi beat pergerakan mesinnya lebih cepat dan juga akurat namun lebih cepat aus.

2. Manual Winding

cara kerja jam tangan manual winding

Cara kerja jam tangan automatic – manual winding adalah terletak pada putaran crown nya. Pengguna perlu memutar crown tersebut hingga tidak bisa diputar lagi, dan ketika main spring nya mulai melonggar maka pengguna harus mengencangkannya kembali. Begitulah cara jam tangan manual winding mendapatkan energinya. Biasanya jam tangan manual winding ini juga dilengkapi dengan indikator untuk melihat power reserve.

3. Kombinasi Automatic dan Manual Winding

cara kerja jam tangan kombinasi automatic dan manual winding

Cara kerja jam tangan kombinasi automatic dan manual winding terdapat pada mekanik rotornya yang berputar apabila digoyangkan dan juga terdapat crown yang bisa diputar untuk mengisi daya jam. Jenis jam tangan automatic ini digemari banyak orang karena jika kalian merasa memutar crown jam tangan merupakan sesuatu yang cukup ribet, maka kalian hanya perlu menggoyang-goyangkannya saja sehingga daya jam tangan kalian akan terisi kembali.

Demikianlah penjelasan dari kami mengenai cara kerja jam tangan automatic. Karena sekarang kalian sudah paham mengenai cara kerjanya, kalian jadi bisa memilih jam tangan yang paling sesuai dengan kebutuhan kalian dan tidak salah dalam memilih jam tangan. Jadi, jenis jam tangan automatic mana yang paling kalian suka? Coba tulis di kolom komentar ya!

Leave a Comment